Pemanfaatan Kelas Maya Rumah Belajar

Kelas yang berbasis virtual ini menjadi satu-satunya fitur di Rumah belajar yang berfungsi sebagai Learning Management System (LMS).

Inovasi Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning Berbasis Kelas Maya dan Quizizz

Dengan penerapan Blended Learning berbasis Kelas Maya dan Quizizz, siswa menjadi senang untuk belajar dan merasa tertantang

Sosialisasi Penerapan Blended learning dalam pembelajaran Sejarah dengan Rumah Belajar

Partisipan terdiri dari para guru sejarah yang tergabung dalam AGSI, IKA Sejarah UPI, MGMP Bandung, Bogor dan Bintan, dihadiri juga oleh partisipan umum dari seluruh Indonesia

Ngobrol Bareng SRB Kepri 2020 dari unsur GGD

Para Guru Garis Depan (GGD) ini berbagi mengenai pemanfaaatan kelas maya dan sumber belajar, juga cara membuat media untuk diunggah di Sumber Belajar

Berbagi di rumah sendiri: SMAN 1 Bintan Pesisir

kami berdua berbagi kepada rekan-rekan kerja kami di SMAN 1 Bintan Pesisir. Alhamdulillah disambut hangat dan mendapat apresiasi yang sangat besar dari kepala sekolah

Inovasi Rumah Belajar: Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning Berbasis Kelas Maya dan Quizizz

 

Hai, sahabat rumah belajar. Ketemu lagi dengan saya, Nurjaman, S.Pd. Gr, SRB Kepri 2020. Di tengah bencana pandemic covid-19, pembelajaran semakin sulit karena pembelajaran sepenuhnya daring. Di sinilah kita sebagai guru harus berinovasi, karena inovasi adalah kunci untuk menghadapi masa kini dan nanti.


Alhamdulillah, pemerintah telah menggelontorkan bantuan kuota belajar kepada seluruh siswa di seluruh Indonesia.  Dengan bantuan, tersebut pembelajaran pun bisa dilakukan dengan tatap maya, termasuk dengan siswa saya. Oleh karena itu, saya menggunakan model pembelajaran blended learning untuk mengombinasi antara tatap muka/maya dan tugas belajar. Menurut Prof. Dadan Wildan, dalam webinar Penerapan Blended Learning dalam pembelajaran Sejarah menggunakan portal Rumah Belajar, model pembelajaran blended learning ini menjembatani antara sisi humanis dan teknologi. Saya sangat rindu dengan siswa-siswa saya, penerapan model ini juga sebagai temu kangen dengan siswa-siswa yang saya ajar.

Sebelum melaksanakan pembelajaran dengan model blended learning terlebih dahulu saya siapkan RPP atau rencana pembelajaran. Agar pembelajaran menjadi terarah. Lalu bagaimana alur pembelajarannya? Berikut sintak model pembelajaran blended learning:

1. Seeking of Information

Pada tahap ini, peserta didik ditugaskan untuk mencari informasi dari berbagai sumber yang tersedia. Saya pun membuat modul di Kelas Maya untuk peserta didik pelajari bahasan, yaitu mengenai Perkembangan Teknologi Global

 


Selain itu, saya pun membuat ulasan materi melalui zoom cloud meeting agar anak lebih paham lagi mengenai materi ajar.

 


Saya pun menginstruksikan peserta didik untuk mencari sumber lain.

2. Acquisition of Information

Pada tahap ini, peserta didik menginterpretasi informasi pengetahuan dari berbagai sumber dan mengomunikasikanya kepada siswa yang lain. Dalam langkah ini, saya pun membuat forum diskusi di Kelas Maya untuk memfasilitasi komunikasi tersebut.

 


3. Synthesizing of Knowledge

Dalam tahap ini, peserta didik mengontruksi pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi dan perumusan kesimpulan. Saya pun membuat live quiz menggunakan quizizz untuk mengecek bagaimana siswa menginternalisasi materi.



Selain itu, saya pun membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan.



Itulah inovasi yang saya lakukan dengan menerapkan blended learning berbasis Kelas Maya dan Quizizz. Alhamdulillah peserta didik sangat antusias dalam belajar dan merasa tertantang karena kuis yang disajikan dengan Quizizz.


Semoga bermanfaat untuk sahabat rumah belajar, dan sahabat rumah belajar dapat menerapkannya di kelasnya masing-masing.

Yuk segera akses Portal RumahBelajar dan unduh aplikasinya di playstore dan dapatkan kemudahan belajar digenggaman tangan.

Dengan Rumah Belajar, belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia!

#RumahBelajarKemdikbud #RumahBelajar #Kemdikbud #PembaTIK #PembaTIKLevel4 #SahabatRumahBelajar #Menuju100RibuFollowers #MerdekaBelajar #PembaTIK2020 #SRBKepri2020 #PembaTIKKepri #KepriJaya

 Berikut Vlog Inovasi Penerapan Pembelajaran Blended Learning Berbasis Kelas Maya dan Quizizz:



Kolaborasi Dua Provinsi #8: Blended Learning Pembelajaran Sejarah dengan Portal Rumah Belajar


Hai, Sahabat Rumah Belajar. Ketemu lagi dengan saya, Nurjaman, dari SMAN 1 Bintan Pesisir. Masih seputar Sosialisasi Rumah Belajar, saya akan berbagi lagi bagaimana sosialisasi yang saya lakukan.

Pada kegiatan kali ini, agak berbeda dengan sosialisasi-sosialisasi sebelumnya karena sasaran kegiatan kali ini adalah komunitas guru sejarah. Saya pun berkolaborasi dengan SRB dari Jawa Barat yaitu senior saya Rolla Fardila, S.Pd dan teman SRB Lainnya, Iin Iryance, M.Pd. Kami namai dengan Kolaborasi Dua Provinsi. Sasaran pun kami tetapkan yaitu organisasi Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Ikatan Alumni (IKA) Sejarah UPI dan MGMP Kab Bintan, Kab. Bandung dan Kab/Kota Bogor.

Sasaran yang berbeda tentu membuat hati gundah gulana. Betapa tidak? Sasaran yang dihadapi adalah para professional yang sudah barang tentu sangat berpengalaman di bidangnya. Meski acara dipersiapkan dalam waktu 4 hari, alhamdulillah partisipan yang mendaftar mencapai 139 orang dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini kami beri tema Penerapan Blended Learning dalam pembelajaran Sejarah menggunakan Portal Rumah Belajar. Kami berusaha menghadirkan pengalaman baik kami selaku guru Sejarah dan sekaligus Sahabat Rumah Belajar. Barang kali hal itulah yang menggugah rasa penasaran partisipan sehingga antusiasme pendaftar sangat luar biasa.

Acara dimulai dengan sambutan dari berbagai pihak, yaitu dari Ketua MGMP Kab. Bandung, Panji Alireza, S.Pd.,M.M.Pd dan Sekretaris AGSI Jawa Barat, Tedy Sutardi, M.Pd. Baik dari Pak Panji dan Pak Tedy, keduanya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Apalagi mata pelajaran sejarah sedang mendapat perhatian serius dari banyak kalangan karena isu dihapuskan. Kegiatan ini membuktikan bahwa guru sejarah pun bisa melek teknologi dan bisa berbagi.


Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemaparan keynote speaker kami yaitu Ketua IKA Sejarah UPI Prof. Dr. H. Dadan Wildan, M. Hum yang membedah tuntas mengenai Blended Learning dari mulai definisi, praktik dan kelebihan model ini Ketika diterapkan dalam pembelajaran sejarah. Satu hal yang menarik dari Prof. Wildan adalah blended learning ini menjembatani antara sisi humanis dan teknologi dari peserta didik.

Tibalah saatnya bagi kami para SRB memaparkan pengalaman baik kami. Sesi pematerian dibuka oleh Pak Rolla yang memaparkan mengenai Blended Learning dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan video dan blog. Dilanjutkan dengan Bu Iin yang memaparkan pengintegrasian Rumah Belajar dengan media sosial. Sungguh luar biasa pemaparan teman-teman SRB Jabar yang secara detail membedah materi masing-masing.


Akhirnya, saya pun mendapat giliran. Saya paparkan bagaimana penerapan blended learning dengan menggunakan kelas maya dan evaluasi menggunakan Quizizz. Materi ini menjadi menarik selain karena model blended learning yang cocok digunakan saat PJJ, juga penggunaan Kelas Maya dan Quizizz yang memberikan peluang bagi guru dan siswa untuk menikmati pembelajaran dengan permainan.

Semua paparan tadi kemudian mendapat banyak respon dari para partisipan, salah satunya dari Pak Panji. Beliau menanyakan bagaimana blended learning menjawab evaluasi berupa evaluasi afeksi dan psikomotor.

Bagi saya blended learning dengan menggunakan Kelas Maya dan Quizizz adalah salah satu jawaban  pertanyaan dari Pak Panji tersebut. Blended yang memadukan sisi humanis dan teknologi dalam pembelajaran membuat pembelajaran bukan hanya sekedar terlaksana, melainkan memaknai dari dua sisi. Apalagi anak didik kita yang saat ini adalah generasi milenial yang sangat dekat dengan dunia digital.

Penilaian sikap bisa dilihat saat tatap maya dilakukan, sikap-sikap yang muncul saat tatap maya/muka menjadi bahan untuk penilaian afeksi. Sedangkan untuk ranah psikomotor terlihat saat anak membuat kesimpulan. Dan menuangkannya dalam tulisan di Quizizz yang saya sediakan.

Begitulah kegiatan sosialisasi kali ini bersama rekan-rekan guru sejarah di dua provinsi. Tak terasa waktu pun berjalan begitu cepat, bahkan saking serunya pertemuan yang sedianya hanya dipatok sampai jam 11.00 jadi molor sampai hamper jam 12.00. Semoga dengan acara sosialisasi ini, semakin banyak guru sejarah yang terus memacu diri memperbaiki pembelajaran dan makin banyak lagi yang memanfaatkan portal Rumah Belajar.



Jangan lupa sahabat pembaca, terus gunakan Portal rumah belajar. Portal rumah belajar ini bisa diakses secara online juga offline. Silakan kunjungi Portal Rumah Belajar dan unduh aplikasinya di gawai Anda.

Dengan rumah belajar, belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar portalnya, Maju Indonesia!

#PusdatinKemendikbud #PembaTIK2020 #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar2020 #BerbagiTIK #SRBKepri2020 #KEPRIJAYA



*Kegiatan di atas, dihadiri oleh 124 guru di zoom meeting dan 232 Penonton di Youtube . Berikut daftar hadirnya: Daftar Hadir Sosialisasi Blended Learning dengan Portal Rumah Belajar dan SS Youtube

Berbagi Rumah Belajar #7: Bersama GGD menebar Rumah Belajar

 

Hai, sahabat rumah belajar. Ketemu lagi dengan saya, Nurjaman, S.Pd, SRB Kepri 2020. Dalam edisi berbagi kali ini, saya berkolaborasi dengan teman-teman saya yang tergabung dalam Guru Garis Depan II dari Kepulauan Kepri. GGD sendiri merupakan rekrutmen CPNS khusus yang dilaksanakan untuk menjangkau daerah-daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Kami ingin membuktikan bahwa meski kami bekerja dari daerah 3T, kami masih bisa berprestasi.

Acara Ngobrol Bareng SRB Kepri (Ngobras) ini, dilaksanakan melalui tatap maya menggunakan Zoom Cloud Meeting. Karena memang secara geografis kami terpisah. Alhamdulillah teknologi telah menyambungkan ruang kami secara virtual. Imam Aji Subabjo, S.Pd. Gr, GGD Bintan, didapuk sebagai host sekaligus pembawa acara. Anggi Perdana, S.Pd., Gr memaparkan materi mengenai pemanfaatan rumah belajar. Riani Rohmawati, S.Pd. Gr mengenai Optimalisasi Sumber Belajar Rumah Belajar dalam pembelajaran. Sedangkan saya memaparkan mengenai pembuatan video pembelajaran standar Sumber Belajar dan Dian Ariani, S.Pd. Gr membahas mengenai pembuatan media pembelajaran interaktif untuk mengisi Sumber Belajar.



Pada awalnya kami pikir animo peserta tidak akan sedahsyat kenyataan. Kami tidak membayangkan peserta yang mendaftar bisa mencapai 175 partisipan. Terdiri dari 50 orang dari Kepulauan Riau, sisanya dari seluruh Indonesia.

Sama seperti yang terjadi ketika saya sosialisasi di SMAN 2 Bintan Pesisir, kali ini kami pun mengalami kendala dalam menggunakan zoom cloud meeting. Pada awalnya pertemuan berjalan lancar, namun ternyata 40 menit berjalan kami semua terlempar. Ternyata zoom yang kami pakai entah kenapa menjadi basic, padahal biasanya dengan menggunakan zoom melalui Microsoft Teams ini lancar tidak ada hambatan.

Para peserta pun beberapa kali berganti room. Sempat segan, namun alhamdulillah peserta dengan sabar dan semangat mengikuti rangkaian acara Ngobras ini. Pertanyaan pun datang bertubi-tubi. Dan permintaan peserta agar kegiatan ini diadakan lagi karena sangat membantu dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah.



Alhamdulillah dengan adanya PembaTIK 2020 Level 4: berbagi ini, kami sangat bahagia berbagi dengan teman-teman guru yang lain. Saya pun merasakan betapa indahnya berbagi ilmu. Karena ilmu tak akan pernah habis ketika berbagi.

Ok, sahabat rumah belajar. Itulah cerita saya bersama teman-teman GGD Kepri dalam menebar Rumah Belajar. Semoga bermanfaat.


Tunggu apa lagi? Yuk segera akses Portal Rumah Belajar dan unduh aplikasinya di gawai Anda Karena dengan dengan Rumah Belajar, Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia!

 #RumahBelajarKemdikbud #RumahBelajar #Kemdikbud #PembaTIK #PembaTIKLevel4 #SahabatRumahBelajar #Menuju100RibuFollowers #MerdekaBelajar #PembaTIK2020 #SRBKepri2020

  *Kegiatan di atas, dihadiri oleh 108 guru. Berikut daftar hadirnya: Daftar Hadir NGOBRAS GGD Kepri

Berbagi Rumah Belajar #6: Berkobar Berbagi Rumah Belajar

 Hai sahabat rumah belajar. Alhamdulillah seri berbagi rumah belajar kali ini sudah sampai ke seri ke-6. Kali ini saya akan berbagi dengan guru SDN 001 Bintan Pesisir tepatnya di Pulau Numbing. Pulau yang juga menjadi tempat saya mengabdi.

Cuaca sudah hujan sedari subuh bahkan sampai waktu keberangkatan kapal. Dengan penuh semangat saya pun menerobos hujan untuk pergi ke dermaga. Basah? Begitulah, namun tak terasa karena api semangat berbagi sudah berkobar ketika pagi menyapa tadi.

Kali ini saya masih berkolaborasi dengan Anggi Perdana, S.Pd. Pak Anggi juga yang menjemput saya di Pelabuhan Numbing. Sama halnya seperti yang telah kami lakukan kemarin. Kami berdua membagi tugas dalam berbagi. Pak Anggi memaparkan fitur Rumah Belajar secara umum. Sedang saya memaparkan praktek dalam pembuatan Kelas Maya. Hal ini dilakukan mengingat SDN 001 Bintan Pesisir belum terdaftar di Kelas Maya.


Saya pun memprakterkan fitur penunjang terbaru dari Portal Rumah Belajar, yaitu Edugame. Para guru tampak antusias menyimak saya memainkan edugame ini. Para guru pun mencoba salah satu permainan edugame ini.

Di akhir sesi, kami pun membagikan doorprize bagi guru-guru yang hadir. Doorprize berupa Stiker Rumah Belajar bagi guru yang mau dan mampu menjawab kuis.

Alhamdulillah semua berjalan lancar dan menyenangkan. Meski di luar masih hujan, kami tetap bersemangat menjalani aktivitas berbagi ini.

Itulah keseruan kami Bersama guru-guru di SDN 001 Bintan Pesisir dalam kegiatan berbagi Rumah Belajar. Semoga Portal Rumah Belajar bisa terus menyebar dan menjangkau daerah-daerah lainnya di seluruh Indonesia.



Tunggu apa lagi? Yuk segera akses Portal Rumah Belajar dan unduh aplikasinya di gawai Anda.

Karena dengan Rumah Belajar, Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia!

 

#RumahBelajarKemdikbud #RumahBelajar #Kemdikbud #PembaTIK #PembaTIKLevel4 #SahabatRumahBelajar #Menuju100RibuFollowers #MerdekaBelajar #PembaTIK2020 SRBKepri2020

*Kegiatan di atas, dihadiri oleh 9 guru. Berikut daftar hadirnya: Daftar Hadir SDN 001 Bintan Pesisir

 


Berbagi Rumah Belajar #5: Sensasi Aura Positif dari SMPN 2 Bintan

Hai, sahabat rumah belajar. Ketemu lagi dengan saya Nurjaman, SRB Kepulauan Riau 2020. Masih dalam seri berbagi rumah belajar. Kali ini kita akan menyapa teman-teman di SMPN 2 Bintan. Awalnya sih agak-agak deg-degan ke sekolah ini karena sekolah ini bisa dibilang salah satu sekolah favorit di Bintan. Namun, ternyata subahanalloh, keramahan guru-guru dan kepala sekolah memang seterkenal namanya. Saya alhamdullillah diakomodir untuk melakukan sosialisasi berbagi praktek terbaik bersama Rumah Belajar di sekolah ini.

Sahabat Rumah Belajar, di edisi Berbagi Rumah Belajar kali ini saya pun berkolaborasi dengan Anggi Perdana, S.Pd, kawan guru saya di SMAN 1 Bintan Pesisir. Saya memaparkan fitur Rumah Belajar secara umum sedangkan Pak Anggi berbagi mengenai Pemanfaatan Kelas Maya.

Belajar dari pengalaman di KKG Mantang dan SMPN 23 bintan, di awal pematerian saya menggunakan tebak gambar terlebih dahulu untuk memokuskan perhatian peserta. Alhamdullah peserta sangat terhibur dan ingin terus bermain. Namun, permainan haruslah berakhir karena pemaparan materi akan segera dimulai. Para guru pun langsung sigap menyimak pemaparan dari saya mengenai fitur Rumah Belajar.


Dari sini saya belajar, bagaimana pemusatan perhatian peserta bisa dilakukan hanya dengan permainan sederhana. Alhamdulillah aura positif terus berlanjut hingga ke pematerian selanjutnya dari Pak Anggi.

Pak Anggi pun sudah bisa langsung memaparkan materinya dengan lancar. Kami pun sama-sama membimbing sekolah dalam mendaftar di Kelas Maya, baik sebagai penyelenggara maupun guru. Alhamdulillah satu sekolah lagi menjadi penyelenggara di Kelas Maya Rumah Belajar.

Yang menarik dari SMPN 2 Bintan adalah bagaimana guru-gurunya begitu semangat dalam belajar. Meski guru-guru di sini mayoritas sudah berumur diatas kepala 4 dan 5. Temen-temen guru di SMPN 2 Bintan sangat ingin dibimbing satu per satu, langkah demi langkah dalam pemanfaatan Rumah Belajar. Bahkan tak terasa, kegiatan yang tadinya hanya dirancang 2 jam saja, ternyata sampai hampir 3 jam. Kami pun pulang untuk melaksanakan shalat jumat


Itulah sekilas kegiatan berbagi rumah belajar bersama SMPN 2 bintan. Semoga makin banyak lagi yang menggunakan Portal Rumah Belajar. Yuk segera akses Portal Rumah Belajar dan unduh aplikasinya di playstore dan dapatkan kemudahannya.

Dengan Rumah Belajar, Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia!

 

#RumahBelajarKemdikbud #RumahBelajar #Kemdikbud #PembaTIK #PembaTIKLevel4 #SahabatRumahBelajar #Menuju100RibuFollowers #MerdekaBelajar #PembaTIK2020 #SRBKepri2020

*Kegiatan di atas, dihadiri oleh 27 guru. Berikut daftar hadirnya: Daftar Hadir SMPN 2 Bintan

 

Berbagi Rumah Belajar #4: Mendayung Perahu Rumah Belajar Menuju Mantang



Hai sahabat Rumah Belajar. Masih terus berlari mengejar seri berbagi rumah belajar, kita memasuki seri ke-4. Kali ini saya berbagi manfaat mengenai pemanfaatan Rumah Belajar kepada guru-guru di Kelompo Kerja Guru (KKG) Kec. Mantang dan SMPN 23 Bintan. Karena pemerintah Bintan sudah mulai memberlakukan Work From Office (WFO) maka kali ini, seri berbagi Rumah Belajar diadakan dengan tatap muka.

Agak tegang juga sih, karena dua hari sebelumnya seri berbagi hanya dilakukan dengan tatap maya. Namun, jujur saja selain tegang, ada perasaan antusias yang luar biasa pada diri saya untuk melaksanakan tatap muka ini. Bagi saya, tatap muka rasanya akan jauh lebih menyenangkan dibandingkan tatap maya. Apakah kenyataannya sama dengan yang saya bayangkan? Yuk kita simak!

Nah, sahabat Rumah Belajar. Dalam kegiatan sosialisasi ini saya bekerja sama dengan bu Efryani Yulyasari, S.Pd. Bu efi, sapaan akrabnya, mengajak saya untuk ikut berbagi dengan guru-guru di Mantang Baru. Tempat pelaksanaan KKG ini di SDN 003 Mantang dan di komplek yang sama ada SMPN 23 bintan. Sehingga kami memutuskan untuk sosialisasi di dua tempat sekaligus.

Kami menghadapai kendala cuaca. Angin kencang dan hujan deras mewarnai pagi kami. Namun, kami yakin badai pasti berlalu. 30 menit sebelum jadwal keberangkatan pompong (Perahu) hujan pun reda dan matahari pagi seakan menyapa kami. Dengan penuh semangat kami mendayung perahu rumah belajar menuju Mantang. Semoga hari ini diberi kelancaran, aamiin.

KKG Mantang

Di KKG mantang saya diberi waktu jam 9.30 sedangkan di SMPN 23 bintan kami diberi waktu di jam 10.30. Di KKG mantang, karena targetnya adalah guru SD maka kami membagi tugas. Bu efi memaparkan spesifik mengenai pemanfaatan edugame. Sedangkan saya didapuk memaparkan rumah belajar dan pembaTIK 2020.

Alhamdulillah 32 guru yang hadir sangat antusias mengikuti pemaparan. Dan diakhir sesi seperti biasa kami memita testimoni dari salah seorang peserta yaitu dari Roro Romdhani Pancasari, Kepala SDN 002 Mantang. Beliau menyampaikan bahwa fitur Rumah Belajar sangatlah lengkap. Sehingga beliau mengajak semua guru untuk menggunakan Portal Rumah Belajar.


SMPN 23 Bintan

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya bahwa sosialisasi hari ini dilaksanakan juga di SMPN 23 Bintan. Dalam kesempatan berbagi dengan guru-guru SMP ini. Saya juga berbagi tugas dengan Bu Efi. Saya menjelaskan mengenai inovasi pembelajaran dengan Kelas Maya sedangkan Bu Efi membahas tentang fitur Rumah Belajar secara keseluruhan.

Acara berjalan dengan sangat semangat, saking semangatnya dalam kegiatan ini kami lupa membuat dokumentasi video. Jadi foto-foto dokumentasi semoga bisa cukup mewakili rangkaian acara berbagi di sekolah ini.

Ok sahabat rumah belajar, itulah kisah kami saat berbagi di KKG Mantang dan SMPN 23 Bintan.  Semoga makin banyak lagi guru-guru dan sekolah-sekolah yang memanfaatkan rumah belajar.

Yuk segera akses Portal RumahBelajar dan unduh aplikasinya di playstore dan dapatkan kemudahan belajar digenggaman tangan.

Dengan Rumah Belajar, belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia!

#RumahBelajarKemdikbud #RumahBelajar #Kemdikbud #PembaTIK #PembaTIKLevel4 #SahabatRumahBelajar #Menuju100RibuFollowers #MerdekaBelajar #PembaTIK2020 #SRBKepri2020 #PembaTIKKepri #KepriJaya

*Kegiatan di atas, dihadiri oleh 32 guru di KKG Mantang dan 9 Guru di SMPN 23 Bintan . Berikut daftar hadirnya: Daftar Hadir Sosialisasi KKG Mantang dan SMPN 23 Bintan

Berbagi Rumah Belajar #3, Bersama Mantang Saya Bahagia


Hai, Sahabat Rumah Belajar. Seri Berbagi Rumah Belajar masih terus berlanjut ya. Sekarang masuk di seri ketiga. Pada seri ketiga ini, saya masih berkolaborasi dengan Anggi Perdana, S.Pd kawan seperjuangan Guru Garis Depan di SMAN 1 Bintan Pesisir dan sekolah yang kami tuju sekarang adalah SMAN 1 Mantang.

Ini bukan pertama kalinya bertemu teman-teman dari SMAN 1 Mantang. Sejak pertama kali ditugaskan di Kepulauan Riau, saya seringkali berkomunikasi dengan teman di Mantang. Apalagi Ketika kegiatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) kami seringkali terlibat baik sebagai sekolah imbas atau sekolah model.

Baik Sahabat Rumah Belajar, cukup ceritanya ya. Yuk kita bahas keseruan apalagi yang akan saya alami bersama mereka.

Nah, pelaksanaan sosialisasi Rumah Belajar di SMAN 1 Mantang dilaksanakan di hari yang sama dengan SMAN 2 Bintan Pesisir. Jika pagi saya dan Pak Anggi berbagi dengan teman-teman Kelong, maka siang hari sekitar pukul  13.00 kami bergerak menuju Mantang. Sama halnya dengan Kelong, kegiatan sosialisasi di Mantang pun kami laksanakan via zoom meeting.

Dalam kesempatan ini, kepala SMAN 1 Mantang berhalangan hadir karena kebetulan di waktu yang sama ada pelatihan lain dari dinas. Sambutan pun dimandatkan kepada waka kurikulum yaitu Lindasari, S.Pd. Bu Linda, sapaan akrabnya, memaparkan bahwa memang sekolah masih kesulitan soal penggunaan aplikasi. Jadi pembelajaran pun dilakukan sesuai kemampuan guru masing-masing. Namun, guru-guru di Mantang memang selalu semangat jika belajar bersama. 

Oleh karena itu, Bu Linda berharap agar kami selaku SRB yang ada bisa membimbing sekolah untuk menerapkan pembelajaran dengan menggunakan portal rumah belajar. Saya pun menyampaikan bahwa kami siap membantu selama kami bisa dan kami akan terus berusaha membantu agar SMAN 1 Mantang dapat menjadi gemilang dengan portal rumah belajar.

Sesi pun berlanjut ke pemaparan materi. Seperti halnya di Kelong, di kesempatan kali ini saya dengan Pak Anggi pun bergiliran menyampaikan materi. Pak Anggi menyampaikan materi mengenai pengenalan secara umum, sedangkan saya berbagi pengalaman saya dalam menerapkan pembelajaran dengan Kelas Maya. Sekaligus menjelaskan Langkah-langkah yang harus ditempuh jika ingin menggunakan fasilitas Kelas Maya.



Pemaparan selesai, tiba di sesi tanya jawab. Seperti yang saya sampaikan di awal, betapa saya bahagia bersama teman-teman di Mantang karena auranya yang selalu semangat dalam mengikuti kegiatan. Dan hal itu pun terus berlangsung sepanjang jalannya acara, termasuk ketika sesi tanya jawab.

 Salah satu pertanyaan datang dari Agus Setiawan, S.Pd. Beliau menanyakan mengenai fasilitas apa yang dapat dimanfaatkan jika tidak ada jaringan? Saya pun dengan antusias menjawab bahwa di Portal Rumah Belajar menyediakan berbagai sumber yang bisa diunduh. Jadi jika anak tak bisa kemana-mana, guru bisa mendownloadnya terlebih dahulu di kota lalu membagikan kontennya ke sekolah.

Selain sumber belajar, ada lagi fitur yang disediakan yaitu dengan menggunakan video on demand  (VoD) dari TV-edukasi. Dengan VoD ini, peserta didik bisa belajar secara luring dimana pun dan kapan pun. Jadi dengan Rumah Belajar, kita bisa belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja.

Itulah, kisah keseruan kami dalam seri berbagi rumah belajar bersama teman-teman guru Mantang. Semoga sahabat juga bisa terus berusaha menjadi guru atau siswa pembelajar yang baik seperti teman-teman di Mantang.



Jadi, tunggu apalagi? Yuk kita akses terus Portal Rumah Belajar. Sahabat pun bisa mengunduh aplikasi Rumah Belajar di handphone kesayangan sahabat rumah belajar.

Merdeka belajarnya, Rumah Belajar portalnya, Maju Indonesia!

#PusdatinKemendikbud #PembaTIK2020 #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar2020 #BerbagiTIK #SRBKepri2020 #KEPRIJAYA

 *Kegiatan di atas, dihadiri oleh 17 guru. Berikut daftar hadirnya: Daftar Hadir SMAN 1 Mantang

Berbagi Rumah Belajar #2: Dengan Berbagi, Kita Abadi


Hai, Sahabat Rumah Belajar, masih dalam rangka Berbagi Rumah Belajar. Kegiatan berbagi ini adalah salah satu kewajiban saya dan teman-teman lain yang tergabung dalam Sahabat Rumah Belajar (SRB). Sebutan SRB ini disematkan bagi guru-guru yang mendapat ranking 1-30 dalam Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) 2020 level 4: Berbagi. Dari Namanya saja sudah jelas bahwa kami harus berbagi mengenai pembelajaran berbasis TIK dengan menggunakan PortalRumah Belajar kepada sebanyak mungkin guru-guru di sekitar tempat tugas kami.

Nah, kali ini saya ingin bercerita tentang kegiatan berbagi bersama rekan-rekan guru di SMAN 2 Bintan Pesisir. Karena masih dalam pandemi covid-19, SMA di Kepulauan Riau belum memberlakukan tatap muka. Sehingga, kegiatan berbagi ini pun saya laksanakan dengan tatap maya.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan dengan Zoom Cloud Meeting ini, saya berkolaborasi dengan kawan guru saya yaitu Anggi Perdana, S,Pd atau akrab dipanggil Pak Anggi. Dalam acara ini kami bergantian tugas. Jika kemarin di SMAN 1 Bintan Pesisir, sekolah tempat kami bertugas, Pak Anggi mengampu materi pengenalan Fitur Rumah Belajar secara umum. Maka kali ini, saya yang mengambil peran itu. Sedangkan Pak Anggi membahas mengenai penerapan Kelas Maya dalam pembelajaran.

Pada kegiatan kali ini sempat terjadi insiden menarik. Ketika kami asyik memaparkan materi, tiba-tiba kami terlempar dari room yang kami sediakan. Ternyata, plugin zoom yang saya sematkan di Microsoft Teams mengalami kendala. Sehingga akunnya kembali ke basic dengan 40 menit limit durasi.

Meskipun demikian, rekan-rekan guru di Pulau Kelong ini tetap antusias dan semangat mengikuti acara berbagi. Bahkan, kami mendapat apresiasi yang tinggi dari rekan-rekan guru semua. Safaruddin Pakpahan, S.Pd, Waka kurikulum, mengatakan bahwa dirinya sangat bangga dan turut bersuka cita atas pencapaian saya dan Pak Anggi. Beliau mendoakan agar kami berdua bisa menggapai capaian tertinggi dalam kompetisi ini, yaitu Duta Rumah Belajar (DRB).

Senang sekali mendapat dukungan yang luar biasa seperti ini. Doa dari Pak Pakpahan menjadi bara semangat bagi saya untuk terus berkarya dan berbagi. Meski ini adalah kompetisi, tapi semangat berbagi adalah yang paling berharga. Karena dengan berbagi kita abadi.

Itulah keseruan saya Bersama rekan-rekan guru di Kelong dalam rangka berbagi rumah belajar. Semoga semakin banyak lagi yang dapat memanfaatkan portal rumah belajar. Dengan fitur yang kaya dan akses yang bebas biaya, rasanya sayang sekali untuk diabaikan.

Yuk kita gunakan Portal Rumah Belajar dan unduh aplikasinya di playstore.

Dengan rumah belajar, belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar portalnya, Maju Indonesia!

#PusdatinKemendikbud #PembaTIK2020 #DutaRumahBelajar2020  #RumahBelajar2020 #BerbagiTIK

#SRBKepri2020 #KEPRIJAYA

 *Kegiatan di atas, dihadiri oleh 9 guru. Berikut daftar hadirnya: Daftar Hadir SMAN 2 Bintan Pesisir

 

Berbagi Rumah Belajar #1Tatap Maya bersama SMAN 1 Bintan Pesisir: Sebongkah Semangat dari Tempat Tugas


Hai Sahabat Rumah Belajar, ketemu lagi dengan saya, Nurjaman, dari SMAN 1 Bintan Pesisir. Nah, pada level 4 ini saya selaku SRB Kepri 2020 ditugasi untuk menyebarkan virus-virus baik dengan menyosialisasikan Portal Rumah Belajar kepada khalayak umum terutama guru-guru. Nah, kali ini saya ingin berbagi keseruan bagaimana sosialisasi yang saya lakukan dengan teman-teman guru di SMAN 1 Bintan Pesisir tempat saya bekerja.

Dalam mengemban tugas ini, saya berkolaborasi dengan kawan saya yaitu Pak Anggi Perdana. Kami berdua membagi materi sosialisasi yaitu Pak Anggi tentang pengenalan fitur Rumah Belajar secara umum, sedangkan saya mengenai penerapan fitur-fitur tersebut dalam pembelajaran. Namun karena keterbatasan waktu, saya pun membahas 3 fitur utama saja, yaitu Sumber Belajar, Kelas Maya, dan Laboratorium Maya. Dan saya pun membagikan kepada guru-guru bagaimana inovasi pembelajaran yang saya lakukan dengan kelas Maya.

Sebelum acara dimulai, pada saat gladi bersama pembawa acara, Bu Temisia Ruza, saya memakai baju kaos kebanggan SRB 2020 yang berwarna kuning. Akan tetapi, ternyata karena warna tersebut terang, baju saya menjadi gambar virtual background semua. Kepala dan tangan saya pun seolah melayang tanpa badan, serem pokoknya. Jadi, akhirnya saya memutuskan untuk mengganti kostum dengan memakai batik dilapisi rompi SRB 2020. Alhamdulillah, badan saya kembali utuh. :D




Sahabat Rumah Belajar, satu hal yang saya catat dari rangkaian acara sosialisasi bersama teman-teman tadi adalah begitu antusiasnya teman-teman guru dalam sosialisasi Rumah Belajar. Selain itu, guru pun sangat mendukung usaha kami dalam Pembatik 2020 ini. Bahkan Kepala SMAN 1 Bintan Pesisir, Drs. Armaisal, M.M dalam sambutannya, Beliau menyampaikan apresiasinya kepada saya dan Pak Anggi bahwa kami telah mengharumkan nama sekolah. Pencapaian ini pun menjadi perbincangan yang positif diantara kepala sekolah Se-Bintan. 



Mendengar kenyataan tersebut,  saya seperti mendapat sebongkah semangat dari tempart tugas. Saya pun merasa bangga dan terharu. Kenapa? Karena meskipun sekolah saya di pulau, saya mampu menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah hambatan. Dengan mengikuti rangkaian Pembatik 2020, menjadi ajang bagi saya beraktualisasi untuk belajar dan berbagi. Semoga dengan Pembatik ini, semakin banyak lagi guru yang terus belajar untuk mengembangkan diri dan tidak ketinggalan berbagi.

Itulah cerita saya dalam kegiatan sosialisasi Rumah Belajar di SMAN 1 Bintan Pesisir. Nantikan cerita lainnya pada sosialisasi selanjutnya.

Oh iya, segera akses portal Rumah Belajar dan unduh aplikasinya di playstore untuk mengakses pembelajaran yang luar biasa dari para insan pendidikan terbaik di tanah air. 
Dengan Rumah Belajar, Belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia!

*Kegiatan di atas, dihadiri oleh 12 guru. Berikut daftar hadirnya: Daftar Hadir SMAN 1 Bintan Pesisir



Penggunaan Model Pembelajaran SOLE dalam Kelas Maya Rumah Belajar dalam Topik Antara Perang dan Diplomasi

Hai Sahabat Rumah Belajar, Bencana Covid-19 memang telah mengubah berbagai macam aspek kehidupan satu di antaranya adalah perubahan cara belajar menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring. Meski caranya berubah, seorang guru tetap harus mencari cara terbaik dalam melaksanakan pembelajaran. Cara terbaik tersebut adalah dengan penggunaan model pembelajaran sebagai kerangka utama sebuah pembelajaran. Dengan menggunakan model pembelajaran maka pembelajaran akan terarah dan maksimal.

Nah, kali ini saya ingin berbagi mengenai inovasi pembelajaran menggunakan model pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environments) berbasis Kelas Maya Rumah Belajar dalam topik Antara Perang dan Diplomasi. Model Pembelajaran ini, menitik beratkan proses pembelajaran mandiri yang dilakukan oleh siapapun yang berkeinginan untuk belajar dengan memanfaatkan internet dan perangkat pintar yang dimilikinya. Dengan model ini, peserta didik dituntut untuk mandiri mempelajari bahan-bahan ajar yang telah disiapkan. Saya sebagai guru berperan sebagai mitra diskusi dan fasilitasi dari bahan ajar tersebut sehingga peserta didik dapat lebih memahami materi.

Lalu bagaimana langkah-langkah model pembelajaran SOLE dengan menggunakan Kelas Maya? Berikut penjelasannya:

1. Persiapan

Dalam tahap persiapan ini, saya membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam RPP dijelaskan secara lengkap apa saja Langkah-langkah yang akan dilalui. Selain itu, saya pun membagikan jadwal pembelajaran kepada peserta didik melalui grup whatsapp agar peserta didik memiliki persiapan untuk melakukan pembelajaran.

Saya juga menginformasikan Kelas Maya yang akan digunakan peserta didik yaitu mengenai materi Antara Perang dan Diplomasi 2. Saya pun membagikan kode akses untuk memudahkan peserta didik mencari kelas. Kode akses yang digunakan adalah 2020051611.

2. Pelaksanaan

Setelah memastikan siswa masuk Kelas Maya, langkah selanjutnya adalah pelaksanaan. Dalam tahap ini, dilakukan pembelajaran sesuai sintak dari model pembelajaran SOLE, yaitu big question, plan, investigation dan review. Adapun rinciannnya adalah sebagai berikut:

a.      Big Question

Saya pun telah menyiapkan BIG QUESTION untuk dicari jawabannya oleh siswa "Mengapa Peristiwa Antara Perang Diplomasi 2 (PDRI, Perang Gerilya, Serangan Umum 1 Maret, Perundingan Roem-Royen, dan Yogya kembali) penting untuk dikaji?

Peserta didik memasuki forum diskusi dan memberikan komentar terkait pertanyaan Big Question sebagai jawaban awal sebelum melakukan investigasi.

b.     Plan

Peserta didik mempelajari tujuan belajar dan kegiatan belajar yang akan dilakukan pada kegiatan belajar ini. peserta didik mencatat tugas belajar yang harus dikumpulkan pada pembelajaran kali ini.

c.      Investigasi

-  Peserta didik mengamati video pembelajaran yang saya unggah pada modul belajar. https://www.youtube.com/watch?v=8cTJi2WsRG8&feature=emb_logo


-          Peserta didik mempelajari modul belajar.

-   Siswa berekplorasi secara online untuk mencari konten belajar pada sumber belajar lain seperti TV Edukasi, TVRI, sumber belajar, dan sumber lain. Saya pun menggunakan Sumber Belajar dari Rumah Belajar, yaitu: 

https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Usaha-Mempertahankan-Kemerdekaan-2017/index.html


d.     Review

Dalam tahap ini, saya memberi tugas peserta didik untuk membuat kesimpulan dalam forum whatsapp grup sebagai review dari pembelajaran yang telah dilaksanakan.

3. Evaluasi/Penilaian

Untuk memastikan pembelajaran dapat diserap dengan baik oleh peserta didik, maka saya membuat soal ujian di modul Kelas Maya. Peserta didik diberi kesempatan selama 2 hari untuk mengerjakan kuis tersebut.

Itulah langkah-langkah yang saya lakukan dalam pembelajaran dengan model pembelajaran SOLE berbasis Kelas Maya. Dengan menggunakan Kelas Maya, peserta didik menjadi sangat antusias. Selain itu, Kelas Maya ini memiliki berbagai macam fitur yang memungkinkan kita bukan hanya menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran, tetapi guru dapat juga memantau aktivitas siswa dalam menggunakan Kelas Maya dengan fitur Aktivitas Pengguna.

Saya pun membuat vlog terkait penerapan pembelajaran SOLE dengan menggunakan Kelas Maya Rumah Belajar. Berikut videonya:



Tuh, sahabat rumah belajar, bagaimana keren kan Kelas Maya Rumah Belajar? Yuk segera install aplikasi RumahBelajar dan kita bangun Indonesia lewat pendidikan berbasis TIK. Dengan Rumah Belajar, belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

*Penulis adalah Sahabat Rumah Belajar Pusdatin Kemdikbud 2020 dan mengajar di SMAN 1 Bintan Pesisir, Kepulauan Riau sebagai Guru Garis Depan Tahap II 2017.

#PusdatinKemendikbud #PembaTIK2020 #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar2020 #BerbagiTIK #PembaTIKLevel4 #Kepri