Kolaborasi Dua Provinsi #8: Blended Learning Pembelajaran Sejarah dengan Portal Rumah Belajar


Hai, Sahabat Rumah Belajar. Ketemu lagi dengan saya, Nurjaman, dari SMAN 1 Bintan Pesisir. Masih seputar Sosialisasi Rumah Belajar, saya akan berbagi lagi bagaimana sosialisasi yang saya lakukan.

Pada kegiatan kali ini, agak berbeda dengan sosialisasi-sosialisasi sebelumnya karena sasaran kegiatan kali ini adalah komunitas guru sejarah. Saya pun berkolaborasi dengan SRB dari Jawa Barat yaitu senior saya Rolla Fardila, S.Pd dan teman SRB Lainnya, Iin Iryance, M.Pd. Kami namai dengan Kolaborasi Dua Provinsi. Sasaran pun kami tetapkan yaitu organisasi Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Ikatan Alumni (IKA) Sejarah UPI dan MGMP Kab Bintan, Kab. Bandung dan Kab/Kota Bogor.

Sasaran yang berbeda tentu membuat hati gundah gulana. Betapa tidak? Sasaran yang dihadapi adalah para professional yang sudah barang tentu sangat berpengalaman di bidangnya. Meski acara dipersiapkan dalam waktu 4 hari, alhamdulillah partisipan yang mendaftar mencapai 139 orang dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini kami beri tema Penerapan Blended Learning dalam pembelajaran Sejarah menggunakan Portal Rumah Belajar. Kami berusaha menghadirkan pengalaman baik kami selaku guru Sejarah dan sekaligus Sahabat Rumah Belajar. Barang kali hal itulah yang menggugah rasa penasaran partisipan sehingga antusiasme pendaftar sangat luar biasa.

Acara dimulai dengan sambutan dari berbagai pihak, yaitu dari Ketua MGMP Kab. Bandung, Panji Alireza, S.Pd.,M.M.Pd dan Sekretaris AGSI Jawa Barat, Tedy Sutardi, M.Pd. Baik dari Pak Panji dan Pak Tedy, keduanya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Apalagi mata pelajaran sejarah sedang mendapat perhatian serius dari banyak kalangan karena isu dihapuskan. Kegiatan ini membuktikan bahwa guru sejarah pun bisa melek teknologi dan bisa berbagi.


Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemaparan keynote speaker kami yaitu Ketua IKA Sejarah UPI Prof. Dr. H. Dadan Wildan, M. Hum yang membedah tuntas mengenai Blended Learning dari mulai definisi, praktik dan kelebihan model ini Ketika diterapkan dalam pembelajaran sejarah. Satu hal yang menarik dari Prof. Wildan adalah blended learning ini menjembatani antara sisi humanis dan teknologi dari peserta didik.

Tibalah saatnya bagi kami para SRB memaparkan pengalaman baik kami. Sesi pematerian dibuka oleh Pak Rolla yang memaparkan mengenai Blended Learning dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan video dan blog. Dilanjutkan dengan Bu Iin yang memaparkan pengintegrasian Rumah Belajar dengan media sosial. Sungguh luar biasa pemaparan teman-teman SRB Jabar yang secara detail membedah materi masing-masing.


Akhirnya, saya pun mendapat giliran. Saya paparkan bagaimana penerapan blended learning dengan menggunakan kelas maya dan evaluasi menggunakan Quizizz. Materi ini menjadi menarik selain karena model blended learning yang cocok digunakan saat PJJ, juga penggunaan Kelas Maya dan Quizizz yang memberikan peluang bagi guru dan siswa untuk menikmati pembelajaran dengan permainan.

Semua paparan tadi kemudian mendapat banyak respon dari para partisipan, salah satunya dari Pak Panji. Beliau menanyakan bagaimana blended learning menjawab evaluasi berupa evaluasi afeksi dan psikomotor.

Bagi saya blended learning dengan menggunakan Kelas Maya dan Quizizz adalah salah satu jawaban  pertanyaan dari Pak Panji tersebut. Blended yang memadukan sisi humanis dan teknologi dalam pembelajaran membuat pembelajaran bukan hanya sekedar terlaksana, melainkan memaknai dari dua sisi. Apalagi anak didik kita yang saat ini adalah generasi milenial yang sangat dekat dengan dunia digital.

Penilaian sikap bisa dilihat saat tatap maya dilakukan, sikap-sikap yang muncul saat tatap maya/muka menjadi bahan untuk penilaian afeksi. Sedangkan untuk ranah psikomotor terlihat saat anak membuat kesimpulan. Dan menuangkannya dalam tulisan di Quizizz yang saya sediakan.

Begitulah kegiatan sosialisasi kali ini bersama rekan-rekan guru sejarah di dua provinsi. Tak terasa waktu pun berjalan begitu cepat, bahkan saking serunya pertemuan yang sedianya hanya dipatok sampai jam 11.00 jadi molor sampai hamper jam 12.00. Semoga dengan acara sosialisasi ini, semakin banyak guru sejarah yang terus memacu diri memperbaiki pembelajaran dan makin banyak lagi yang memanfaatkan portal Rumah Belajar.



Jangan lupa sahabat pembaca, terus gunakan Portal rumah belajar. Portal rumah belajar ini bisa diakses secara online juga offline. Silakan kunjungi Portal Rumah Belajar dan unduh aplikasinya di gawai Anda.

Dengan rumah belajar, belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar portalnya, Maju Indonesia!

#PusdatinKemendikbud #PembaTIK2020 #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar2020 #BerbagiTIK #SRBKepri2020 #KEPRIJAYA



*Kegiatan di atas, dihadiri oleh 124 guru di zoom meeting dan 232 Penonton di Youtube . Berikut daftar hadirnya: Daftar Hadir Sosialisasi Blended Learning dengan Portal Rumah Belajar dan SS Youtube

0 Comments:

Posting Komentar