Hai, Sahabat Rumah Belajar. Ketemu lagi dengan saya, Nurjaman, dari SMAN 1 Bintan Pesisir. Masih seputar Sosialisasi Rumah Belajar, saya akan berbagi lagi bagaimana sosialisasi yang saya lakukan.
Pada kegiatan kali ini, agak
berbeda dengan sosialisasi-sosialisasi sebelumnya karena sasaran kegiatan kali
ini adalah komunitas guru sejarah. Saya pun berkolaborasi dengan SRB dari Jawa
Barat yaitu senior saya Rolla Fardila, S.Pd dan teman SRB Lainnya, Iin Iryance,
M.Pd. Kami namai dengan Kolaborasi Dua Provinsi. Sasaran pun kami tetapkan
yaitu organisasi Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI), Ikatan Alumni (IKA)
Sejarah UPI dan MGMP Kab Bintan, Kab. Bandung dan Kab/Kota Bogor.
Sasaran yang berbeda tentu
membuat hati gundah gulana. Betapa tidak? Sasaran yang dihadapi adalah para
professional yang sudah barang tentu sangat berpengalaman di bidangnya. Meski
acara dipersiapkan dalam waktu 4 hari, alhamdulillah partisipan yang mendaftar
mencapai 139 orang dari seluruh Indonesia.
Kegiatan ini kami beri tema
Penerapan Blended Learning dalam pembelajaran Sejarah menggunakan Portal Rumah
Belajar. Kami berusaha menghadirkan pengalaman baik kami selaku guru Sejarah
dan sekaligus Sahabat Rumah Belajar. Barang kali hal itulah yang menggugah rasa
penasaran partisipan sehingga antusiasme pendaftar sangat luar biasa.
Acara dimulai dengan sambutan
dari berbagai pihak, yaitu dari Ketua MGMP Kab. Bandung, Panji Alireza,
S.Pd.,M.M.Pd dan Sekretaris AGSI Jawa Barat, Tedy Sutardi, M.Pd. Baik dari Pak
Panji dan Pak Tedy, keduanya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Apalagi mata
pelajaran sejarah sedang mendapat perhatian serius dari banyak kalangan karena
isu dihapuskan. Kegiatan ini membuktikan bahwa guru sejarah pun bisa melek
teknologi dan bisa berbagi.
Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemaparan keynote speaker kami yaitu Ketua IKA Sejarah UPI Prof. Dr. H. Dadan Wildan, M. Hum yang membedah tuntas mengenai Blended Learning dari mulai definisi, praktik dan kelebihan model ini Ketika diterapkan dalam pembelajaran sejarah. Satu hal yang menarik dari Prof. Wildan adalah blended learning ini menjembatani antara sisi humanis dan teknologi dari peserta didik.
Tibalah saatnya bagi kami para
SRB memaparkan pengalaman baik kami. Sesi pematerian dibuka oleh Pak Rolla yang
memaparkan mengenai Blended Learning dalam pembelajaran sejarah dengan
menggunakan video dan blog. Dilanjutkan dengan Bu Iin yang memaparkan
pengintegrasian Rumah Belajar dengan media sosial. Sungguh luar biasa pemaparan
teman-teman SRB Jabar yang secara detail membedah materi masing-masing.
Akhirnya, saya pun mendapat
giliran. Saya paparkan bagaimana penerapan blended learning dengan menggunakan
kelas maya dan evaluasi menggunakan Quizizz. Materi ini menjadi menarik selain
karena model blended learning yang cocok digunakan saat PJJ, juga penggunaan Kelas
Maya dan Quizizz yang memberikan peluang bagi guru dan siswa untuk menikmati
pembelajaran dengan permainan.
Semua paparan tadi kemudian
mendapat banyak respon dari para partisipan, salah satunya dari Pak Panji.
Beliau menanyakan bagaimana blended learning menjawab evaluasi berupa evaluasi
afeksi dan psikomotor.
Bagi saya blended learning dengan
menggunakan Kelas Maya dan Quizizz adalah salah satu jawaban pertanyaan dari Pak Panji tersebut. Blended
yang memadukan sisi humanis dan teknologi dalam pembelajaran membuat
pembelajaran bukan hanya sekedar terlaksana, melainkan memaknai dari dua sisi.
Apalagi anak didik kita yang saat ini adalah generasi milenial yang sangat
dekat dengan dunia digital.
Penilaian sikap bisa dilihat saat
tatap maya dilakukan, sikap-sikap yang muncul saat tatap maya/muka menjadi
bahan untuk penilaian afeksi. Sedangkan untuk ranah psikomotor terlihat saat
anak membuat kesimpulan. Dan menuangkannya dalam tulisan di Quizizz yang saya
sediakan.
Begitulah kegiatan sosialisasi
kali ini bersama rekan-rekan guru sejarah di dua provinsi. Tak terasa waktu pun
berjalan begitu cepat, bahkan saking serunya pertemuan yang sedianya hanya
dipatok sampai jam 11.00 jadi molor sampai hamper jam 12.00. Semoga dengan
acara sosialisasi ini, semakin banyak guru sejarah yang terus memacu diri
memperbaiki pembelajaran dan makin banyak lagi yang memanfaatkan portal Rumah
Belajar.
Jangan lupa sahabat pembaca,
terus gunakan Portal rumah belajar. Portal rumah belajar ini bisa diakses
secara online juga offline. Silakan kunjungi Portal Rumah Belajar dan unduh
aplikasinya di gawai Anda.
Dengan rumah belajar, belajar
dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar
portalnya, Maju Indonesia!
#PusdatinKemendikbud
#PembaTIK2020 #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar2020 #BerbagiTIK #SRBKepri2020
#KEPRIJAYA
*Kegiatan di atas, dihadiri oleh 124 guru di zoom meeting dan 232 Penonton di Youtube . Berikut daftar hadirnya: Daftar Hadir Sosialisasi Blended Learning dengan Portal Rumah Belajar dan SS Youtube









0 Comments:
Posting Komentar