Pemanfaatan Kelas Maya Rumah Belajar

Kelas yang berbasis virtual ini menjadi satu-satunya fitur di Rumah belajar yang berfungsi sebagai Learning Management System (LMS).

Inovasi Penerapan Model Pembelajaran Blended Learning Berbasis Kelas Maya dan Quizizz

Dengan penerapan Blended Learning berbasis Kelas Maya dan Quizizz, siswa menjadi senang untuk belajar dan merasa tertantang

Sosialisasi Penerapan Blended learning dalam pembelajaran Sejarah dengan Rumah Belajar

Partisipan terdiri dari para guru sejarah yang tergabung dalam AGSI, IKA Sejarah UPI, MGMP Bandung, Bogor dan Bintan, dihadiri juga oleh partisipan umum dari seluruh Indonesia

Ngobrol Bareng SRB Kepri 2020 dari unsur GGD

Para Guru Garis Depan (GGD) ini berbagi mengenai pemanfaaatan kelas maya dan sumber belajar, juga cara membuat media untuk diunggah di Sumber Belajar

Berbagi di rumah sendiri: SMAN 1 Bintan Pesisir

kami berdua berbagi kepada rekan-rekan kerja kami di SMAN 1 Bintan Pesisir. Alhamdulillah disambut hangat dan mendapat apresiasi yang sangat besar dari kepala sekolah

Penggunaan Model Pembelajaran SOLE dalam Kelas Maya Rumah Belajar dalam Topik Antara Perang dan Diplomasi

Hai Sahabat Rumah Belajar, Bencana Covid-19 memang telah mengubah berbagai macam aspek kehidupan satu di antaranya adalah perubahan cara belajar menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring. Meski caranya berubah, seorang guru tetap harus mencari cara terbaik dalam melaksanakan pembelajaran. Cara terbaik tersebut adalah dengan penggunaan model pembelajaran sebagai kerangka utama sebuah pembelajaran. Dengan menggunakan model pembelajaran maka pembelajaran akan terarah dan maksimal.

Nah, kali ini saya ingin berbagi mengenai inovasi pembelajaran menggunakan model pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environments) berbasis Kelas Maya Rumah Belajar dalam topik Antara Perang dan Diplomasi. Model Pembelajaran ini, menitik beratkan proses pembelajaran mandiri yang dilakukan oleh siapapun yang berkeinginan untuk belajar dengan memanfaatkan internet dan perangkat pintar yang dimilikinya. Dengan model ini, peserta didik dituntut untuk mandiri mempelajari bahan-bahan ajar yang telah disiapkan. Saya sebagai guru berperan sebagai mitra diskusi dan fasilitasi dari bahan ajar tersebut sehingga peserta didik dapat lebih memahami materi.

Lalu bagaimana langkah-langkah model pembelajaran SOLE dengan menggunakan Kelas Maya? Berikut penjelasannya:

1. Persiapan

Dalam tahap persiapan ini, saya membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Dalam RPP dijelaskan secara lengkap apa saja Langkah-langkah yang akan dilalui. Selain itu, saya pun membagikan jadwal pembelajaran kepada peserta didik melalui grup whatsapp agar peserta didik memiliki persiapan untuk melakukan pembelajaran.

Saya juga menginformasikan Kelas Maya yang akan digunakan peserta didik yaitu mengenai materi Antara Perang dan Diplomasi 2. Saya pun membagikan kode akses untuk memudahkan peserta didik mencari kelas. Kode akses yang digunakan adalah 2020051611.

2. Pelaksanaan

Setelah memastikan siswa masuk Kelas Maya, langkah selanjutnya adalah pelaksanaan. Dalam tahap ini, dilakukan pembelajaran sesuai sintak dari model pembelajaran SOLE, yaitu big question, plan, investigation dan review. Adapun rinciannnya adalah sebagai berikut:

a.      Big Question

Saya pun telah menyiapkan BIG QUESTION untuk dicari jawabannya oleh siswa "Mengapa Peristiwa Antara Perang Diplomasi 2 (PDRI, Perang Gerilya, Serangan Umum 1 Maret, Perundingan Roem-Royen, dan Yogya kembali) penting untuk dikaji?

Peserta didik memasuki forum diskusi dan memberikan komentar terkait pertanyaan Big Question sebagai jawaban awal sebelum melakukan investigasi.

b.     Plan

Peserta didik mempelajari tujuan belajar dan kegiatan belajar yang akan dilakukan pada kegiatan belajar ini. peserta didik mencatat tugas belajar yang harus dikumpulkan pada pembelajaran kali ini.

c.      Investigasi

-  Peserta didik mengamati video pembelajaran yang saya unggah pada modul belajar. https://www.youtube.com/watch?v=8cTJi2WsRG8&feature=emb_logo


-          Peserta didik mempelajari modul belajar.

-   Siswa berekplorasi secara online untuk mencari konten belajar pada sumber belajar lain seperti TV Edukasi, TVRI, sumber belajar, dan sumber lain. Saya pun menggunakan Sumber Belajar dari Rumah Belajar, yaitu: 

https://sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id/sumberbelajar/tampil/Usaha-Mempertahankan-Kemerdekaan-2017/index.html


d.     Review

Dalam tahap ini, saya memberi tugas peserta didik untuk membuat kesimpulan dalam forum whatsapp grup sebagai review dari pembelajaran yang telah dilaksanakan.

3. Evaluasi/Penilaian

Untuk memastikan pembelajaran dapat diserap dengan baik oleh peserta didik, maka saya membuat soal ujian di modul Kelas Maya. Peserta didik diberi kesempatan selama 2 hari untuk mengerjakan kuis tersebut.

Itulah langkah-langkah yang saya lakukan dalam pembelajaran dengan model pembelajaran SOLE berbasis Kelas Maya. Dengan menggunakan Kelas Maya, peserta didik menjadi sangat antusias. Selain itu, Kelas Maya ini memiliki berbagai macam fitur yang memungkinkan kita bukan hanya menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran, tetapi guru dapat juga memantau aktivitas siswa dalam menggunakan Kelas Maya dengan fitur Aktivitas Pengguna.

Saya pun membuat vlog terkait penerapan pembelajaran SOLE dengan menggunakan Kelas Maya Rumah Belajar. Berikut videonya:



Tuh, sahabat rumah belajar, bagaimana keren kan Kelas Maya Rumah Belajar? Yuk segera install aplikasi RumahBelajar dan kita bangun Indonesia lewat pendidikan berbasis TIK. Dengan Rumah Belajar, belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

*Penulis adalah Sahabat Rumah Belajar Pusdatin Kemdikbud 2020 dan mengajar di SMAN 1 Bintan Pesisir, Kepulauan Riau sebagai Guru Garis Depan Tahap II 2017.

#PusdatinKemendikbud #PembaTIK2020 #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar2020 #BerbagiTIK #PembaTIKLevel4 #Kepri


Pembelajaran Berbasis TIK melalui Kelas Maya

Oleh Nurjaman, S.Pd*

Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah lama kali digaungkan oleh banyak pihak baik dari kalangan akademisi, guru dan pegiat Pendidikan. Namun, kenyataannya masih banyak pembelajaran kita masih bertumpu pada pembelajaran klasikal lewat tatap muka. Padahal, Jika merujuk pada kondisi peserta didik saat ini yang mayoritas adalah generasi milenial, tentu pembelajaran TIK mempunyai peluang yang sangat besar untuk menarik minat mereka untuk belajar.

Bencana covid-19 yang melanda Indonesia di awal triwulan pertama tahun 2020 menjadi trigger yang sangat serius dalam aktivasi pembelajaran TIK di Indonesia. Pembelajaran yang biasa hanya dilaksanakan di kelas, kini harus secara total beralih ke kelas maya. Respon guru pun memang beragam. Banyak guru syok dengan kondisi ini, namun ada juga guru yang mencoba beradaptasi menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada dengan melatih diri mengembangkan pembelajaran berbasis TIK.

Penggunaan TIK dalam pembelajaran dapat mengubah kondisi pembelajaran secara signifikan. Guru, bahan ajar, media belajar, dan pembelajaran yang selama ini terbatas di kelas, kini bisa diakses secara bebas hanya dengan modal Handphone saja. Selain itu, Guru, bahan ajar, media belajar, dan pembelajaran tadi bukan hanya satu kali pakai saja, tapi bisa disimpan dan dibagikan Kembali ke kelas-kelas yang lain sesuai kebutuhan. Salah satu portal untuk pembelajaran berbasis TIK adalah portal Rumah Belajar yang beralamat di url htttps://belajar.kemdikbud.go.id. Selain dalam bentuk situs web Pendidikan, portal Rumah Belajar juga bisa diakses melalui handphone berbasis android yang bisa diunduh di play store dengan nama Rumah Belajar.

Salah satu fitur utama di portal Rumah belajar adalah Kelas Maya. Kelas yang berbasis virtual ini menjadi satu-satunya fitur di Rumah belajar yang berfungsi sebagai Learning Management System (LMS). Dengan Kelas Maya, guru dapat mengajar peserta didik dari jarak jauh dengan bermodal internet saja. Dengan Kelas Maya, peserta didik dapat belajar secara mandiri, terstruktur dan sistematis. Karena system yang dibuat sangat lengkap dari mulai bahan ajar, media belajar, sampai soal evaluasi pun bisa dibuat di Kelas Maya. Guru hanya mengarahkan, membimbing dan memfasilitasi anak untuk belajar, karena proses penilaian dilakukan secara otomatis melalui system.

Pembelajaran pun bisa dilakukan dengan sincronous dengan aplikasi chat, video conference, audio conference, sharing layer, dan lainnya. Dengan model ini, kita seolah-olah hadir di kelas seperti biasa sehingga komunikasi bisa berjalan dua arah. Selain itu, pembelajaran a-sincornous dapat dilaksanakan di Kelas Maya. Dengan a sincronous ini, peserta didik dapat belajar secara mandiri melalui materi and tugas terstruktur yang dibuat oleh guru sehingga pembelajaran pun memang berpusat pada peserta didik. Kelas Maya menyediakan segalanya bagi guru yang mengajar jarak jauh dengan fasilitas yang lengkap.

Langkah-langkah pemanfaatan Kelas Maya sangat sederhana, yaitu: 1). Masuk ke situs/aplikasi Rumah Belajar lalu mengakses Kelas Maya; 2) Mendaftar sebagai guru; 3). Membuat kelas; 4) Membuat kegiatan pembelajaran (materi dan evaluasi); 5) menyebarkan kode kelas kepada siswa untuk mengakses kelas; dan 6) pemantauan.

Itulah penjelasan mengenai pembelajaran TIK dengan menggunakan Kelas Maya Rumah Belajar. Semoga bermanfaat, yuk kita akses terus Rumah Belajar. Dengan Rumah Belajar, belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

*Penulis adalah sahabat Rumah Belajar Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemdikbu Tahun 2020

#PusdatinKemendikbud #PembaTIK2020 #DutaRumahBelajar2020 #RumahBelajar2020 #BerbagiTIK #PembaTIKLevel4 #Kepri

Kiat Membangun Media Sosial ala Ndoro Kakung

Media sosial memang sedang jadi tren khususnya di satu dekade terakhir. Alasannya sederhana karena pada dasarnya setiap manusia butuh aktualisasi diri. Bahkan Maslow menyebut kebutuhan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tertinggi bagi manusia bahkan di atas kebutuhan atas penghargaan dan kebutuhan atas kasih sayang. 

Selain itu, sebagai makhluk sosial, manusia perlu bersosialisasi dan membentuk jejaring. Dengan adanya teknologi media sosial ini, mengutip pernyataan Yasraf Amir Filiang dalam buku Dunia yang Dilipat, teknologi membuat kita dekat dengan orang jauh, dan sebaliknya membuat kita jauh dengan orang dekat. Seolah dalam dunia yang dilipat.

Namun, media sosial juga memberikan banyak sekali peluang. Salah satunya dalam bidang pemasaran, media sosial menjadi elemen penting pada perusahaan-perusahaan saat ini untuk menjangkau lebih banyak pasar. Mengapa demikian? Karena media sosial menyediakan ruang yang sangat luas, bahkan bisa dibilang tidak terbatas. Bayangkan, di Indonesia saja, dari 272 juta penduduk Indonesia, 59% diantaranya adalah pengguna media sosial. Jumah tersebut jika diangkakan sekitar 160 juta jiwa. Hanya dengan posting saja di media sosial, perusahaan bisa menjangkau lebih banyak orang tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Jadi bisa dibilang media sosial menyediakan kemudahan.

Nah, dalam bidang pendidikan pun media sosial sebenarnya sangat potensial  untuk dimanfaakan. Materi dan media pembelajaran yang kita buat dapat menjangkau lebih banyak orang. Sehingga konten kita bisa bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi saat pandemi Covid-19 ini. Mungkin diluar sana banyak orang yang sedang menunggu guru-guru yang membagikan konten-konten ilmunya di media sosial. Mungkin kita adalah salah seorang yang diharapkan itu.

Banyak sekali platform media sosial yang tersedia saat ini yang dapat kita manfaatkan untuk keperluan kita baik sebagai manusia biasa atau sebagai guru. Plaform tersebut diantaranya ada youtube, instagram, facebook, twitter, line, tiktok, Google+, dan lain. Dari sekian banyak media sosial tersebut, yang paling digandrungi saat ini adalah media sosial yang bermuatan konten visual. Sebut saja youtube, media sosial ini menjadi situs yang sangat populer di Indonesia saat karena kontennya yang sangat menarik berupa visual bergerak/video.

Lalu pertanyaannya, bagaimana cara membuat media sosial yang mampu menjangkau lebih banyak orang. Nah, Kamis 17 September 2020, Wicaksono atau akrab dipanggil Ndoro Kakung telah berbagi kiat-kiat ampuh untuk membangun media sosial dalam seri 4 Kuliah Umum Pembatik 2020 Level 4: Berbagi. Seperti apa materinya? 

Menurut Ndoro Kakung, setidaknya ada dua elemen penting dalam dunia media sosial. Dua element tersebut adalah:

1. Strategi Konten

Konten is The King. Jargon yang umum di kalangan media sosial. Jargon tersebut tentulah sangat beralasan. Tanpa adanya konten, berarti tidak ada modal untuk dibagikan. Ketika tidak ada yang dibagikan, maka akan mengurangi jumlah interaksi dengan sosial. Ketika itu terjadi maka pasti kita tidak dikenal. Orang dikenal karena dia mampu membagikan konten.

2. Pemasaran

Konten saja tidak cukup untuk menyukseskan akun media sosial kita. Perlu namanya pemasaran untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang lebih luas. Nah, pemasaran ini ibarat ratunya, Pemasaran is The Queen.

Lalu bagaimana strategi menjalankan dua kunci di atas? Nah, strategi-strategi yang dapat dijalankan untuk mengoptimasi 2 kunci di atas antara lain:

1. Strategi Konten

  • Memilih platform
  • Optimasi biografi
  • Produksi: menulis, foto, video dan infografik
  • Penjadwalan posting
  • Penyesuaian dengan algoritma
  • Pemanfaatan tanda pagar

2. Strategi Pemasaran

  • Membangun personal branding
  • Optimasi akun media sosial
  • Optimasi websie/blog (SEO)
  • Iklan
  • Email
  • Kolaborasi
Selain itu, menurut Ndoro Kakung, ada 10 Kiat untuk membangun kesuksesan dalam dunia media sosial. Kesepuluh kiat tersebut antara lain:

  1. Tetapkan tujuan yang masuk akal
  2. Meliha/menentukan target/objeknya siapa
  3. jadi diri sendiri
  4. cari jejaring, bukan pengikut. (bukan jumlahnya, tapi kualitasny)
  5. membuat jadwal editorial
  6. focus membantu orang lain
  7. berinteraksi dengan khalayak
  8. berkreasi dengan konten visual
  9. promosikan diri, buat anda hadir di khalayak umum
  10. selalu aktif
Itulah kiat-kita yang disampaikan Ndoro Kakung dalam Webinar Kuliah Umum Pembatik Level 4 2020: Berbagi. Semoga bermanfaat.

Oh iya, silakan mengikuti media sosial saya dengan mengklik gambar akun media sosial di pojok kanan atas blog ini. Untuk konten pembelajaran sejarah tersedia juga akun Materi Sejarah dalam  platform youtube. Silakan diakses dan dimanfaatkan sebaik mungkin.

PROFIL SAYA


didiksejarah adalah blog pribadi saya Blog ini digunakan untuk menunjang pembelajaran sejarah dan untuk memenuhi salah satu tugas dalam rangkaian Pembatik 2020 Level 4: Berbagi
.

Blog ini secara khusus dikelola oleh Nurjaman, S.Pd seorang guru yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. 

Pengelola juga pernah mengikuti serangkaian program Sarjana Mengajar di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T) di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur dari 2012 sampai 2013. 

Pada 2014, mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan di Universitas Negeri Jakarta dan lulus pada 2015. Pada 2017, memberanikan diri untuk merantau untuk lebih mengenal Indonesia. Sekarang aktif mengajar di SMAN 1 Bintan Pesisir sebagai ASN Guru Sejarah, Program Guru Garis Depan di Kepulauan Riau.

Pada tahun 2020, terpilih sebagai Sahabat Rumah Belajar 2020 Provinsi Kepulauan Riau Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemdikbud.

Salam hangat untuk kawan-kawan seperjuangan di bidang pendidikan, mari maju bersama mencerdaskan bangsa dimana pun anda berada. Semangat!!!