Kiat Membangun Media Sosial ala Ndoro Kakung

Media sosial memang sedang jadi tren khususnya di satu dekade terakhir. Alasannya sederhana karena pada dasarnya setiap manusia butuh aktualisasi diri. Bahkan Maslow menyebut kebutuhan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tertinggi bagi manusia bahkan di atas kebutuhan atas penghargaan dan kebutuhan atas kasih sayang. 

Selain itu, sebagai makhluk sosial, manusia perlu bersosialisasi dan membentuk jejaring. Dengan adanya teknologi media sosial ini, mengutip pernyataan Yasraf Amir Filiang dalam buku Dunia yang Dilipat, teknologi membuat kita dekat dengan orang jauh, dan sebaliknya membuat kita jauh dengan orang dekat. Seolah dalam dunia yang dilipat.

Namun, media sosial juga memberikan banyak sekali peluang. Salah satunya dalam bidang pemasaran, media sosial menjadi elemen penting pada perusahaan-perusahaan saat ini untuk menjangkau lebih banyak pasar. Mengapa demikian? Karena media sosial menyediakan ruang yang sangat luas, bahkan bisa dibilang tidak terbatas. Bayangkan, di Indonesia saja, dari 272 juta penduduk Indonesia, 59% diantaranya adalah pengguna media sosial. Jumah tersebut jika diangkakan sekitar 160 juta jiwa. Hanya dengan posting saja di media sosial, perusahaan bisa menjangkau lebih banyak orang tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Jadi bisa dibilang media sosial menyediakan kemudahan.

Nah, dalam bidang pendidikan pun media sosial sebenarnya sangat potensial  untuk dimanfaakan. Materi dan media pembelajaran yang kita buat dapat menjangkau lebih banyak orang. Sehingga konten kita bisa bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi saat pandemi Covid-19 ini. Mungkin diluar sana banyak orang yang sedang menunggu guru-guru yang membagikan konten-konten ilmunya di media sosial. Mungkin kita adalah salah seorang yang diharapkan itu.

Banyak sekali platform media sosial yang tersedia saat ini yang dapat kita manfaatkan untuk keperluan kita baik sebagai manusia biasa atau sebagai guru. Plaform tersebut diantaranya ada youtube, instagram, facebook, twitter, line, tiktok, Google+, dan lain. Dari sekian banyak media sosial tersebut, yang paling digandrungi saat ini adalah media sosial yang bermuatan konten visual. Sebut saja youtube, media sosial ini menjadi situs yang sangat populer di Indonesia saat karena kontennya yang sangat menarik berupa visual bergerak/video.

Lalu pertanyaannya, bagaimana cara membuat media sosial yang mampu menjangkau lebih banyak orang. Nah, Kamis 17 September 2020, Wicaksono atau akrab dipanggil Ndoro Kakung telah berbagi kiat-kiat ampuh untuk membangun media sosial dalam seri 4 Kuliah Umum Pembatik 2020 Level 4: Berbagi. Seperti apa materinya? 

Menurut Ndoro Kakung, setidaknya ada dua elemen penting dalam dunia media sosial. Dua element tersebut adalah:

1. Strategi Konten

Konten is The King. Jargon yang umum di kalangan media sosial. Jargon tersebut tentulah sangat beralasan. Tanpa adanya konten, berarti tidak ada modal untuk dibagikan. Ketika tidak ada yang dibagikan, maka akan mengurangi jumlah interaksi dengan sosial. Ketika itu terjadi maka pasti kita tidak dikenal. Orang dikenal karena dia mampu membagikan konten.

2. Pemasaran

Konten saja tidak cukup untuk menyukseskan akun media sosial kita. Perlu namanya pemasaran untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang lebih luas. Nah, pemasaran ini ibarat ratunya, Pemasaran is The Queen.

Lalu bagaimana strategi menjalankan dua kunci di atas? Nah, strategi-strategi yang dapat dijalankan untuk mengoptimasi 2 kunci di atas antara lain:

1. Strategi Konten

  • Memilih platform
  • Optimasi biografi
  • Produksi: menulis, foto, video dan infografik
  • Penjadwalan posting
  • Penyesuaian dengan algoritma
  • Pemanfaatan tanda pagar

2. Strategi Pemasaran

  • Membangun personal branding
  • Optimasi akun media sosial
  • Optimasi websie/blog (SEO)
  • Iklan
  • Email
  • Kolaborasi
Selain itu, menurut Ndoro Kakung, ada 10 Kiat untuk membangun kesuksesan dalam dunia media sosial. Kesepuluh kiat tersebut antara lain:

  1. Tetapkan tujuan yang masuk akal
  2. Meliha/menentukan target/objeknya siapa
  3. jadi diri sendiri
  4. cari jejaring, bukan pengikut. (bukan jumlahnya, tapi kualitasny)
  5. membuat jadwal editorial
  6. focus membantu orang lain
  7. berinteraksi dengan khalayak
  8. berkreasi dengan konten visual
  9. promosikan diri, buat anda hadir di khalayak umum
  10. selalu aktif
Itulah kiat-kita yang disampaikan Ndoro Kakung dalam Webinar Kuliah Umum Pembatik Level 4 2020: Berbagi. Semoga bermanfaat.

Oh iya, silakan mengikuti media sosial saya dengan mengklik gambar akun media sosial di pojok kanan atas blog ini. Untuk konten pembelajaran sejarah tersedia juga akun Materi Sejarah dalam  platform youtube. Silakan diakses dan dimanfaatkan sebaik mungkin.

4 komentar: